"NDESO"

Wednesday, November 28, 2018

Posisi Sentral Al-Qur'an dan Hadist Dalam Studi Islam


Buku Islamic Studies Karya Dr. Limas Dodi, M. Hum

    Dalam kesempatan kali ini saya akan sedikit menjelaskan tentang buku yang berjudul “ISLAMIC STUDIES”, pada bab XI “POSISI SENTRAL AL-QUR`AN DAN HADIS DALAM STUDI ISLAM” yang dikarang oleh Dr. Limas Dodi, M. Hum. Berikut penjelasannya.
Posisi Al-Qur`an dalam Studi Islam
    Secara etimologi al-Qur`an artinya mengumpulkan dan menghimpun, sedangkan secara terminologi al-Qur`an adalah kalamullah yang di wahyukan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman bagi ummat islam. Al-Qur`an merupakan sumber ajaran islam yang berfungsi sebagai petunjuk dan pemisah antara kebenaran dan kebatilan.
     Studi al-Qur`an pertama kali muncul dengan lahirnya faedah-faedah bahasa Arab. Setelah masa khulafaurasyidin para tabi` dan tabi`in mulai mulai membahas ilmu-ilmu Al-Qur`an, setelah itu datanglah masa pembukuan atau penulisan cabang-cabang ulumul qur`an dan yang pertama dibukukan adalah tafsir al-Qur`an. Ada empat metode yang digunakan untuk menafsirkan al-Qur`an, yaitu:

1.       Metode Tahlily, tafsir kata per kata

2.       Metode Ijmaly, tafsir ayat al-Qur`an secara garis besar atau global

3.       Metode Muqarin, tafsir yang memperbandingkan lafadz dalam al-Qur`an dengan lafadz lainya, hadis dan mufassirin.

4.       Metode Mudhu`/Tematik, penafsiran al-Qur`an dengan memilih topik yang hendak dicarikan penjelasannya dalam al-Qur`an yang berhubungan dengan topik, lalu di carikan ayat-ayat yang berhubungan agar satu dengan lainya saling menjelaskan.
    Dengan keinginan umat islam untuk memahami petunjuk-petunjuk dan mukjizat-mukjizatnya, telah mengantar lahirnya sekian disiplin ilmu ke-islaman serta mengembangkan metode-metode penelitiannya. Karena al-Qur`an adalah pedoman hidup kaum muslim dan pokok ajaran islam.
Posisi Hadis dalam Studi Islam
    Secara etimologi hadis artinya baru atau berita, sedangkan menurut terminologi hadis adalah segala perkataan (qauliy), perbuatan (fi`liy) dan taqrir Nabi Muhammad SAW. Selain term hadis, adapula beberapa term lain yang digunakan sebagai pembanding term hadis antara lain:

1.       Sunnah, hukum ketentuan-ketentuan Allah SWT

2.       Khabar, sesuatu yang dinukil dan dibicarakan atau berita yang disampaikan dari satu orang ke orang lainya.

3.       Atsar, jejak atau bekas.

    Kedudukan hadis terhadap al-Qur`an secara umum adalah sebagai penjelas. Fungsi hadis terhadap al-Qur`an adalah:

1.       Bayan taqrir, menetapkan dan memperkuat apa yang telah diterangkan didalam al-Qur`an

2.       Bayan tafsir, memberikan rincian dan tafsiran, persyaratan atau batasan, dan pengkhususan terhadap ayat-ayat al-Qur`an yang masih bersifat global, mutlak, dan umum.

3.       Bayan tasyri`, mewujudkan suatu hukum atau ajaran-ajaran yang tidak didapati dalam al-Qur`an.

4.       Bayan naskh, menghapuskan ketentuan yang terdapat dalam al-Qur`an.
   Dalam kajian hadis, ruang yang seringkali dieksploitasi untuk dikaji adalah pendekatan sanad dan matan. Sanad dilakukan karena keadaan dan kualitas sanad, dan matan dilakukan dengan pendekatan dari segi kandungan hadis. Upaya untuk mengetahui kualitas hadis melalui sanad dan matan dapat dilakukan pendekatan ilmu hadis riwayah, hadis diroyah, rijaal al-hadis,  jarh wa ta`dil, gharib al-hadis, asbab al-warud, nasikh mansukh.
Pandangan Teologi tentang al-Qur`an dan Hadis
   Teologi (theologia) secara etimologi adalah ilmu tentang tuhan, teologi adalah ilmu yang membicarakan tentang Tuhan dan pertalianya dengan manusia baik berdasarkan kebenaran wahyu atau berdasarkan penyelidikan akal murni.
    Perkembangan teologi islam pertama metodologi teologi yang merupakan suatu cara untuk mendoktrin agama melalui pendekatan wahyu dan pemikiran rasionalnya, kedua menjadi ilmu teologi yang merupakan ilmu yang membahas masalah ketuhanan dan segala yang berkaitan dengan-Nya. Sumber ideal pembahasan yang digunakan untuk membangun ilmu teologi adalah al-Qur`an dan hadis dan pandangan hidup (teologi) seorang muslim berdasarkan al-Qur`an dan al-Sunnah maka yang menjadi dasar atau fundamental dalam studi islam adalah al-Qur`an dan hadis itu sendiri
at November 28, 2018 No comments:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Sunday, November 18, 2018

Kesenian Jaranan Yang Disalah Gunakan

Jaranan Samboyo Putro

    Indonesia merupakan negara yang beranekaragam, baik adat-istiadat, budaya, maupun bahasa. Indonesia juga kaya akan sumber daya alam yang melimpah, yang sangat bermanfaat sekali untuk kelangsungan kehidupan manusia di dunia ini terutama di Indonesia.
    Namun pembahasan yang saya bahas saat ini adalah budaya bangsa Indonesia. Terutama kesenian budaya yang berasal dari Kota Kediri. Selain terkenal dengan kota tahu dan terkenal dengan pabrik rokok yang besar, Kota Kediri juga terkenal dengan kesenian jaranan yang sudah dikenal baik di dalam negeri maupun diluar negara Indonesia.
    Jadi jaranan itu mengisahkan kerajaan yang ada di Kota Kediri yaitu Kerajaan ngurawan yang sang prabu memiliki seorang putri yang sangat cantik tidak ada tandingannya. Putri itu bernama Dyah Ayu Songgolangit yang pada saat itu memberikan saimbara untuk bisa menikahinya. Salah satunya Prabu Kelono Sewandono dari kerajaan Bantar Angin dan Prabu Singo Barong dari Lodoyo yang saimbaranya dimenangkan oleh Prabu Kelono Sewandono.
    Kesenian jaranan dari Kediri ini sudah cukup dikenal oleh banyak orang, baiki dalam negeri maupun diluar negeri. Hingga akhirnya pada saat itu jaranan juga diklaim oleh warga negara Malaysia. Dan pada waktu itu jaranan menjadi ramai diperbincangkan.
   Dengan kemajuan zaman yang cukup pesat jaranan juga ikut berkembang, banyak kaum muda yang juga ikut melestarikan kesenian jaranan ini. Namun masih ada saja yang menyalahgunakan kesenian jaranan dengan adanya tawuran.
   Selain itu ada juga perubahan-perubahan atau kolaborasi baik musiknya maupun tariannya. Padahal jaranan yang dulunya dikenal dengan keindahan tariannya dan suara gamelan yang membuat kita juga ikut menari sekarang menjadi aneh menurut saya jika memasukkan atau mencampur adukkan ke dalam kesenian jaranan.
    Hingga akhirnya kesenian jaranan sekarang tidak lepas sebagai ajang tawuran. Biasanya tawuran di karenakan kesalahpahaman ataupun ada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab mencari masalah di acara jaranan itu sendiri. Dan ada juga mungkin dari crew jaranan itu sendiri yang terbawa emosi.
    Kita tahu masyarakat Indonesia khususnya Kediri tidak lepas dari minuman keras. Tawuran di kesenian jaranan juga di karenakan orang yang mabuk-mabukan yang menyebabkan emosi yang terkendali hingga akhirnya menjadi tawuran, baik orang dalam maupun penonton itu sendiri.
    Hingga akhirnya dari hal-hal tersebut berakibat pada kekerasan hingga mengabitkan kematian. Hal ini menjadikan kesenian jaranan kehilangan keaslian khas jaranan yang menggambarkan budaya orang kediri. Selain itu jika jaranan dijadikan sebagai ajang tawuran terus-menurus tidak mungkin jika kesenian jaranan akan ditiadakan.
    Jadi penyebab-penyebab tawuran di kesenian jaranan itu adalah dari berbagai faktor intern dan faktor ektern. Yang mengakibatkan ciri khas jaranan kediri itu menjadi hilang. Dan kita sebagai kaum muda seharusnya bangga memiliki kesenian daerah yang sangat bagus dan cukup dikenal banyak orang. Ayo kita lestarikan kesenian jaranan supaya tidak hilang.
at November 18, 2018 No comments:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest
Home
Subscribe to: Comments (Atom)