"NDESO"

Sunday, November 18, 2018

Kesenian Jaranan Yang Disalah Gunakan

Jaranan Samboyo Putro

    Indonesia merupakan negara yang beranekaragam, baik adat-istiadat, budaya, maupun bahasa. Indonesia juga kaya akan sumber daya alam yang melimpah, yang sangat bermanfaat sekali untuk kelangsungan kehidupan manusia di dunia ini terutama di Indonesia.
    Namun pembahasan yang saya bahas saat ini adalah budaya bangsa Indonesia. Terutama kesenian budaya yang berasal dari Kota Kediri. Selain terkenal dengan kota tahu dan terkenal dengan pabrik rokok yang besar, Kota Kediri juga terkenal dengan kesenian jaranan yang sudah dikenal baik di dalam negeri maupun diluar negara Indonesia.
    Jadi jaranan itu mengisahkan kerajaan yang ada di Kota Kediri yaitu Kerajaan ngurawan yang sang prabu memiliki seorang putri yang sangat cantik tidak ada tandingannya. Putri itu bernama Dyah Ayu Songgolangit yang pada saat itu memberikan saimbara untuk bisa menikahinya. Salah satunya Prabu Kelono Sewandono dari kerajaan Bantar Angin dan Prabu Singo Barong dari Lodoyo yang saimbaranya dimenangkan oleh Prabu Kelono Sewandono.
    Kesenian jaranan dari Kediri ini sudah cukup dikenal oleh banyak orang, baiki dalam negeri maupun diluar negeri. Hingga akhirnya pada saat itu jaranan juga diklaim oleh warga negara Malaysia. Dan pada waktu itu jaranan menjadi ramai diperbincangkan.
   Dengan kemajuan zaman yang cukup pesat jaranan juga ikut berkembang, banyak kaum muda yang juga ikut melestarikan kesenian jaranan ini. Namun masih ada saja yang menyalahgunakan kesenian jaranan dengan adanya tawuran.
   Selain itu ada juga perubahan-perubahan atau kolaborasi baik musiknya maupun tariannya. Padahal jaranan yang dulunya dikenal dengan keindahan tariannya dan suara gamelan yang membuat kita juga ikut menari sekarang menjadi aneh menurut saya jika memasukkan atau mencampur adukkan ke dalam kesenian jaranan.
    Hingga akhirnya kesenian jaranan sekarang tidak lepas sebagai ajang tawuran. Biasanya tawuran di karenakan kesalahpahaman ataupun ada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab mencari masalah di acara jaranan itu sendiri. Dan ada juga mungkin dari crew jaranan itu sendiri yang terbawa emosi.
    Kita tahu masyarakat Indonesia khususnya Kediri tidak lepas dari minuman keras. Tawuran di kesenian jaranan juga di karenakan orang yang mabuk-mabukan yang menyebabkan emosi yang terkendali hingga akhirnya menjadi tawuran, baik orang dalam maupun penonton itu sendiri.
    Hingga akhirnya dari hal-hal tersebut berakibat pada kekerasan hingga mengabitkan kematian. Hal ini menjadikan kesenian jaranan kehilangan keaslian khas jaranan yang menggambarkan budaya orang kediri. Selain itu jika jaranan dijadikan sebagai ajang tawuran terus-menurus tidak mungkin jika kesenian jaranan akan ditiadakan.
    Jadi penyebab-penyebab tawuran di kesenian jaranan itu adalah dari berbagai faktor intern dan faktor ektern. Yang mengakibatkan ciri khas jaranan kediri itu menjadi hilang. Dan kita sebagai kaum muda seharusnya bangga memiliki kesenian daerah yang sangat bagus dan cukup dikenal banyak orang. Ayo kita lestarikan kesenian jaranan supaya tidak hilang.
at November 18, 2018
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

No comments:

Post a Comment

Newer Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)